Kamis, 19 Mei 2011

MAKANAN


Mengapa Makanan yang Dipanggang Cenderung Menghitam?



Memanggang daging bisa membuat bagian tertentu daging berwarna hitam. Namun, tahukah Anda mengapa memanggang bisa membuat beberapa bagian menjadi hitam?


http://static.inilah.com/data/berita/foto/1365352.jpg

Sebelum menggali lebih dalam misteri ini, perlu diingat, barbeque dan memanggang adalah dua hal berbeda. Meski kata barbeque sering kali digunakan untuk aktivitas persiapan makanan di luar rumah, 'barbeque' berarti memasak daging menggunakan kayu atau arang.



Bagian hitam muncul karena adanya reaksi pembakaran

Pertama,
menurut ahli kimia makanan Sara Risch, panas menciptakan reaksi coklat dari asam amino dan gula. Jika panas memanasi terus menerus, daging mulai hangus, lanjutnya.

Kedua
, seiring terbakarnya gula dan protein, bekas hitam akan muncul yang sebagian merupakan hasil pembakaran karbon, elemen umum pada semua makhluk hidup.

Sedikit karbon yang hangus bisa menimbulkan aroma asap pada daging. Namun, jika terlalu banyak yang hangus bisa berbahaya.


Studi yang dipresentasikan di pertemuan American Association for Cancer Research 2006 ini menemukan, bekas hitam pada daging bisa meningkatkan risiko kanker prostat pada tikus.


Studi serupa di ajang sama pada 2009 menemukan, kanker pankreas pada manusia terkait konsumsi daging matang. Di musim panas ini, sebaiknya Anda matikan pemanggang Anda atau Anda bisa memanggangnya dengan tidak terlalu lama.

Senin, 16 Mei 2011

Siapa bilang pergantian kelamin hanya bisa terjadi pada manusia? Ayam milik pasangan suami istri Jim dan Jeanette Howard yang berasal dari Huntington, Inggris mengalami pergantian kelamin dari betina ke jantan.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/04/01/1455238620X310.jpg

Ayam piaraan bernama Gertie itu mulai mondar-mandir di halaman rumah dan berkokok layaknya pejantan. Beberapa minggu kemudian, karakter pejantan mulai tumbuh, seperti pial di dagu, jengger di kepala, serta bulu coklat gelap khas pejantan.

Jim Howard mengatakan pada Cambridge News, "Saya tahu ini kedengarannya aneh, tapi saya bisa memastikan ini semua benar. Orang pikir ini hal yang konyol, tapi ternyata ini adalah benar adanya."

Publikasi Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida tahun 2000 menyatakan, "Perubahan kelamin nyatanya terjadi, meski tak begitu sering. Namun hingga sekarang, belum dijumpai perubahan dari jantan ke betina."

Perubahan kelamin ini bisa dijelaskan dari perkembangan biologis ayam. Pada masa embrionik, terdapat bakal kelamin jantan dan betina. Sekali gen betina dominan, maka ovarium akan berkembang.

Tapi tak seperti manusia, ovarium ayam hanya berkembang di pinggang kiri saja. Sementara, bakal kelamin di pinggang kanan akan mengalami dormansi, tak berkembang menjadi jantan maupun betina. Bagian yang mengalami dormansi disebut ovotestis.

Dalam kondisi tertentu seperti adanya kista, tumor ataupun penyakit kelenjar anak ginjal, ovarium ayam bisa mengalami degenerasi. Saat itulah, ovotestis  mungkin tumbuh menjadi organ kelamin jantan.

"Jika bakal kelamin di sebelah kanan berkembang jadi testis, maka akan mensekresikan androgen," kata Mike Hulet, profesor ilmu peternakan di Pennsylvania State University. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab terhadap karakteristik jantan.

"Produksi androgen inilah yang akan menyebabkan perubahan perilaku pada betina dan membuatnya bertingkah layaknya pejantan," ucap Hulet seperti dikutip Life's Little Mysteries.

Namun, ayam tak akan sepenuhnya menjadi jantan. Meski tampak jantan, secara genetik ayam seperti Gertier tetap betina. Jadi, meski tak akan mampu bertelur lagi, ayam yang berganti kelamin juga takkan mampu membuahi betina lain. Akibat pergantian kelamin, Gerte kini berganti nama menjadi Bertie.

AYAM

Mengapa Ayam Jantan Memiliki Jengger?


Makin besar jengger ayam jantan, makin menarik ayam itu bagi betinanya. Namun sebenarnya, ayam betina tak terlalu peduli dengan jengger. Mengapa ayam jantan memilikinya? Jengger membantu ayam betina mengenali ayam jantan yang sedang pamer makanannya.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1416652.jpg

“Semua orang percaya ayam jantan memiliki jengger karena ayam betina menyukainya,” kata ahli biologi Carolynn Smith di Macquarie University di Sydney Australia. "Betina lebih senang jengger besar dan merah karena menunjukkan pejantan sehat."

Smith dan rekannya, Chris Evans, pun mengamati ayam pejantan yang menemukan makanan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pejantan sengaja ‘memainkan’ makanannya untuk menarik betina. Ilmuwan, bahkan Darwin dibingungkan perilaku ini.

"Pejantan memiliki jengger karena jengger membuat makanan makin menyolok,” kata Smith.

Untuk menguji teori ini, peneliti menciptakan lingkungan virtual menampilan ayam betina 3D dan ayam jantan berjengger berbeda. Jengger membantu betina dengan cepat mengenali pejantan yang menawarkan makanan.

“Studi kami menunjukkan, jengger lebih besar lebih baik karena membuat pejantan lebih menyolok ketika membawa makanan,” kata Smith.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Animal Behavior. “Jengger meningkatkan luas area di sekitar kepala yang membuatnya menjadi target yang lebih besar dan lebih mudah bagi ayam betina”.

Jadi, mengapa ayam betina juga berjengger?

"Menariknya, sebenarnya pejantan lebih suka betina yang memiliki ‘sisir merah’ karena mengindikasikan kesehatan yang baik,” tutupnya.
Inilah Penyebab Bunglon Bisa Berganti Warna

 
Bunglon reptil yang populer karena kemampuannya mengubah warna kulit. Lalu apa yang menyebabkan bunglon dapat berubah warna?

Bunglon adalah salah satu jenis Chameleon. Terdapat lebih dari 100 jenis Chameleon. Ada yang hanya dapat berubah warna dari coklat ke hijau dan sebaliknya, namun banyak juga yang memiliki banyak koleksi warna menakjubkan di tubuhnya.

Pigment unik pada lapisan kulit chameleon memberi kemampuan bunglon untuk mengubah warna. Selama ini kita mengira chameleon mengubah warna karena menyesuaikan dengan lingkungan, atau menyelamatkan diri dari musuh. Mengutip penjelasan National Geographic, ternyata penyebab chameleon berubah warna adalah:


1. Sinar Matahari


Ketika chameleon coklat ingin berjemur di bawah sinar matahari, maka si chameleon akan mengubah warna kulitnya menjadi hijau untuk memaksimalkan refleksi sinar matahari yang didapat.


2. Suhu


Ketika suhu dingin, kulit chameleon akan berubah berwarna lebih gelap untuk memaksimalkan penyerapan panas.


3. Mood


Chameleon jantan yang 'ditantang' chameleon lain bisa berubah warna menjadi merah kekuningan. Atau ketika si chameleon 'fall in love', bisa juga warnanya berubah untuk menarik perhatian, misalnya ungu, biru dan kemerahan.

Bunglon merupakan sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Banyak orang yang mengartikan bahwa bunglon mengubah warna kulitnya sebagai kamuflase atau respon terhadap musuh dan bahaya. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian.

Bunglon memang memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya. Tetapi, bunglon tidak bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja.

Lalu, mengapa bunglon dapat mengubah warna kulitnya? Tentu saja hal ini didukung oleh adanya fungsi dalam tubuh bunglon yang mendukung fungsi tersebut.


Bunglon Memiliki Sel-Sel Warna


Bunglon memiliki sel-sel warna di bawah permukaan kulitnya yang transparan. Di bawah lapisan ini terdapat dua lapisan sel yang mengandung pigmen berwarna merah dan kuning (juga disebut chromatophores).

Di bawahnya lagi ada lapisan sel yang merefleksikan warna biru dan putih. Lalu di bawahnya lagi ada lapisan melanin untuk warna coklat (seperti yang dimiliki manusia).

Apakah Sisa Pembakaran Pesawat Sangat Berasap Sehingga Meninggalkan Jejak Awan di Langit?

t a u k a h   a n d a ??
Pasti kita sering melihat awan putih memanjang di langit setelah sebuah pesawat melintas. Mengapa sisa pembakaran dari pesawat bisa membentuk awan memanjang seperti itu dan tidak langsung membuyar?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNeSEflk_i6iqvIE5YXRS7ChyphenhyphenxKkDIYtZsfIAiA73i4LdxtwOVc7qjj25VxRBd9TuZdz3mUgEK1PN2add1niDC5kzfKRV2Hy50Msg_5TuCZhpbYiUOGECQoGbN6sbUgJZYg-mHDtYHlPc/s1600/37contrail2.jpg

Proses yang terjadi disebut Kondensasi, gampangnya asap putih dari pesawat itu sebenarnya adalah gas buang yang membeku, karena di atas sana pada ketinggin lebih dari 30.000 kaki (kurang lebih 9.200 meter) sangat dingin, suhunya mencapai -50 s/d -55 derajat celcius.

Jejak pesawat adalah Contrail merupakan singkatan dari Condensate Trail atau jejak kondensasi. Jejak ini tercipta karena adanya kondensasi uap buangan bahan bakar pesawat.

Bahan bakar jet adalah Hydro Carbon atau bahan bakar yang mengandung hydrogen dan carbon. Dalam proses pembakaran di engine, Hydro dan Carbon dibuang oleh engine jet pesawat terbang.

Carbon sisa pembakaran menciptakan asap carbon dioksida dan carbon monoksida. Sedangkan dari pembuangan engine, hidrogen bereaksi dengan oksigen yang tak terbakar keluar sebagai uap air dari mesin jet.

Namun karena ketinggian pesawat tersebut berada di sekitar 9.200 meter dan suhu diatas sana yang mencapai -50an derajat celsius, maka buangan hidrogen yang bercampur dengan oksigen ini langsung terkondensasi menjadi butiran air es dan akhirnya menciptakan jejak bagaikan awan cirrus.

Pesawat apa saja, yang mampu terbang tinggi sekali sehingga ketinggiannya mencapai daerah yang memilki suhu -50 derajat celsius dapat atau bisa membuat jejak.

Wing tip pesawat (sebuah lekukan pada ujung sayap pesawat, lihat pesawat G4) juga mampu menciptakan jejak kondensasi. Hal ini terjadi karena pada ujung lekukan ini, tercipta vortek turbulensi dimana ada daerah yang memiliki tekanan yang tinggi sekali sehingga mampu mengkondensasi udara menjadi air.

Bila kita masih ingat dengan percobaan memompa atau menekan udara dalam silinder cukup tinggi, maka kita akan mendapatkan butiran air.

10 GANGGUAN YANG MENAKUTKAN

10 Gangguan Tidur yang Menakutkan


Tidur seharusnya menjadi waktu yang damai dan rileks. Tapi bagi sebagian orang yang mengalami gangguan tidur, tidur bisa menjadi hal yang menakutkan. Apa saja gangguan tidur yang menakutkan? Berikut ini 10 gangguan tidur yang dianggap menakutkan bagi penderitanya.

http://1.bp.blogspot.com/_TcyYFLMTKnU/S-WXiaggT1I/AAAAAAAAAD8/A6PcxrM2mKE/s1600/Gangguan-Tidur.jpg


1. Gangguan Mimpi Buruk

Orang dengan gangguan mimpi buruk sering terbangun dengan keringat dingin dan kenangan buruk dalam mimpi yang mengerikan. Hal ini juga akan mengganggu kualitas hidupnya. Karena sebagian dari mereka mungkin takut untuk tidur.

Stres dan kurang tidur adalah pemicu utama mimpi buruk. Menurut American Sleep Association (ASA) beberapa obat juga dapat memicu mimpi buruk. Pada kasus yang berat, konseling atau obat penenang mungkin diperlukan untuk meredakan kecemasan yang mendasari mimpi buruk.


2. Tidur Sambil Berjalan (Sleepwalking)

Sekitar 15 persen orang dewasa kadang-kadang terbangun dan berjalan seenaknya di sekitar rumah masih dalam keadaan tidur. Pada anak-anak, jumlahnya bahkan lebih tinggi.

Sleepwalking bisa dipicu oleh stres, tidur tidak nyenyak, dan genetika. Orang yang tidur sambil berjalan dapat melakukan apa saja. Mereka mengerti arah, dapat memindahkan perabot atau membuka pintu.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2003 dalam jurnal Molecular Psychiatry, menemukan bahwa 19 persen orang dewasa yang berjalan dalam tidur terluka saat melakukan serangan malam mereka.

Jatuh merupakan bahaya terbesar, jadi jika Anda punya kebiasaan mengigau dan berjalan saat tidur, para ahli menyarankan Anda memindahkan kabel listrik dan jauhkan tempat tidur dari tangga


3. Teror Malam

Berteriak, meronta-ronta, panik, dan mondar-mandir adalah gejala orang yang mengalami teror malam. Tidak seperti mimpi buruk yang terjadi selama tidur, teror malam terjadi biasanya terjadi di awal malam. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak. Orang yang mengalami teror malam tiba-tiba akan duduk tegak, mata terbuka, meskipun sebenarnya mereka tak melakukan pandangan.

Penyebab pastinya belum diketahui. Tapi demam, tidur tidak teratur dan stres dapat memicu teror malam. Untungnya menurutnya ASA, teror malam akan berkurang seiring usia.


4. Halusinasi Mengantuk

Kita biasa melihat hal-hal aneh dalam mimpi. Tapi bagaimana jika kita melihatnya saat sedang tidak bermimpi? Ini disebut dengan hypnagogic hallucination yang terjadi selama transisi dari bangun tidur. Orang yang mengalami hypnagogic hallucination biasanya mendengar suara-suara atau melihat hal-hal aneh di kamar mereka.


5. Sindrom Kepala Meledak (Exploding Head Syndrome)

Sindrom kepala meledak tidak benar-benar meledakkan kepala. Gangguan ini terjadi selama tidur nyenyak, ketika orang tiba-tiba bangun dengan terkejut oleh suara keras dan tajam.

Tidak ada rasa sakit atau bahaya yang terjadi pada sindrom ini. Penyebab pasti sindrom kepala meledak pun belum diketahui, tapi diyakini hal ini terkait dengan penyakit serius.


6. Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak. Ini kelumpuhan sementara, meskipun kadang-kadang kelumpuhan tetap ada bahkan setelah orang terbangun. Biasanya kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa ditindih dan tercekik.


7. Perilaku gangguan REM (Rapid-Eye-Movement)

Gangguan perilaku tidur REM terjadi paling sering pada orang dewasa yang lebih tua, dan dapat merupakan gejala penyakit Parkinson, gangguan neurologis degeneratif.


8. Gangguan tidur yang berhubungan dengan makanan

Orang dengan gangguan ini akan makan pada saat malam hari. Biasanya orang yang mengalami ini akan kehilangan sedikit memori di keesokan harinya. Beberapa kasus cukup membahayakan, karena mereka bisa saja menggunakan pisau atau menyalakan kompor.


9. Seksomnia

Seksomnia atau atau Sexual Behaviour in Sleep (SBS) adalah kebiasaan seksual yang terjadi ketika seseorang sedang tidur. Seksomnia dapat mengganggu (erangan seksual yang keras), berbahaya (masturbasi merugikan) atau bahkan kriminal (kekerasan seksual atau pemerkosaan).


10. Insomnia

Insomnia adalah kesulitan atau ketidakmampuan untuk tidur nyenyak. Hal ini dapat menyebabkan iritasi dan kurangnya konsentrasi pada siang hari, dan jangka panjang kurang tidur dapat benar-benar berbahaya. Kurang tidur telah dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi dan serangan jantung, di antara gejala buruk lainnya.